Wisata

February 5th, 2010 by syaravemstr

Wisata Pulau Bidadari

Pulau Bidadari, Pulau Bidadari merupakan salah satu tempat wisata di Pulau Seribu dengan menggunakan speed boat kita hanya membutuhkan waktu 20 – 30 menit untuk sampai ke sana. Dengan design Indonesia style ( Jawa & Manado ), dulu sebelum dinamakan Pulau Bidadari, Pulau ini biasa disebut dengan Pulau Sakit, karena dulu Pulau ini biasa digunakan untuk tempat pengasingan bagi orang yang terkena penyakit Kusta.


Cottage Pulau Bidadari

Pulau Bidadari hanya 30 menit dari Marina Ancol. Untuk kondisi laut belum dapat Snorkeling (berenang di laut) karena masih dekat dari Jakarta. di pulau bidadari banyak terdapat serjarah belanda. seperti benteng belanda, disana terdapat juga musium belanda. Tetapi anda harus berkunjung ke pulau onrust. Pulau Bidadari mempunyai beberapa type cottage, seperti deluxe, family, vip. Cotagge dipulau bidadari bersih dan rapih. Dipulau bidadari terdapat cottage diatas laut/ floating cottage. Dari floating cottage anda dapat memancing. anda akan menemukan suasana berbeda .


Pulau Bidadari

Pulau Bidadari hanya 30 menit dari marina ancol. Harga mulai Rp. 240.500,-/orang/ tidak menginap dan paket menginap mulai Rp. 436.500/wd/4share & Rp. 536.500/weekend/4 share, sudah termasuk: kapal transportasi pp, welcome drink, makan, cottage/deluxe, Asuransi, pajak & pelayanan 21%.
Fasilitas Pulau Bidadari : Ruang meeting, restoran, kolam renang anak, fun bike, water sport (jet ski, banana boat, canoe), billiard, volley pantai, basket, tennis meja.

Did you like this? Share it:

Sakura

February 4th, 2010 by syaravemstr

BAGI orang Jepang, Sakura merupakan simbol penting yang kerap kali dihubungkan dengan perempuan, kehidupan, dan kematian. Sering juga digunakan sebagai simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Bunga ini juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Yang istimewa dari bunga Sakura adalah waktu mekarnya. Bunga ini hanya berkembang selama 1 sampai 2 minggu selama setahun. Bunga Sakura biasanya mekar diawal musim semi, namun waktu mekar bunga ini bervariasi.
Berdasarkan situs appetitejourney, disebutkan bahwa di wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba dan sekitarnya, bunga Sakura mekar pada akhir Maret sampai awal April.

Sedangkan di daerah Kyushuu (Jepang bagian selatan) bunga Sakura mekar sekitar pertengahan Maret. Sedangkan di Hokkaido (Jepang bagian utara) masyarakat baru bisa menikmati indahnya bunga ini pada April akhir sampai awal Mei. bunga Sakura berbeda-beda tergantung spesiesnya. Ada yang berwarna putih dengan sedikit warna adalah taman nasional yang pink, kuning muda, pink, hijau muda atau merah menyala. Salah satu taman yang menyajikan indahnya bunga sakura adalah Ueno Kouen.

Taman ini sudah berdiri sejak 1873, dan termasuk taman nasional terbesar
di Tokyo. Tidak hanya sebuah taman, daerah Ueno juga terkenal dengan Ueno Zoo, Science Museum, Tokyo National Museum dan beberapa museum seni lainnya. Pohon sakura yang terdapat di Taman Ueno jumlahnya lebih dan 1.000 pohon. Untuk mencapai Taman Nasional Ueno Kouen tidaklah sulit. Letaknya hanya 4 kilometer dan stasiun pusat Kota Tokyo. Tidak mengherankan daerah Ueno menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai. Untuk mencapai ke sana, Anda bisa naik transportasi kereta. Hampir semua wilayah di Tokyo bisa dijangkau dengan transportasi publik ini. ltulah salah satu alasan
mengapa masyrakat di Tokyo enggan memiliki mobil pribadi. Dan stasiun pusat Tokyo ke Stasiun Ueno hanya membutuhkan waktu 7 menit.

Karcis untuk kereta pun dapat dibeli langsung dari mesin yang terletak di samping pintu gerbang. Jadwal kereta yang lewat pun sangat padat, bahkan jika jam-jam sibuk kereta sering lewat setiap 3 menit sekali.

Di sini, Anda tidak menikmati wisata melihatnya sakura bermekaran sendirian. Banyak warga Jepang yang juga menikmati indah dan romantisnya bunga sakura.

Tidak hanya orang yang sedang berjalan, tetapi banyak juga orang yang memilih beristirahat menggelar tikar dan duduk sambil makan dan minum di tepi jalan bersama dengan teman-teman dan rekan kerja sambil melihat bunga.

Did you like this? Share it:

Teknologi

February 4th, 2010 by syaravemstr

Jepang Terobsesi Ciptakan Robot

Serangga Tercanggih

Robot serangga berukuran sangat kecil yang tengah dikembangkan para ilmuwan di Jepang (Foto: AFP).
TOKYO – Sejenis robot berbentuk lebah memiliki kemampuan untuk melacak dan membaui keberadaan obat-obatan terlarang yang tersembunyi. Selain itu, si robot juga bisa mencari dan mengenali korban dalam reruntuhan bangunan.

Mungkin hal itu terdengar seperti skenario film fiksi, namun nyatanya gambaran robot tersebut merupakan bagian dari visi yang tengah dikembangkan oleh ilmuwan Jepang. Ya, mereka tengah berupaya memahami cara kerja robot lebah dan memprogramnya untuk tugas-tugas yang lebih spesifik.

Profesor dari Research Centre for Advanced Science and Technology di Tokyo University, Ryohei Kanzaki, telah mempelajari otak serangga selama kurun waktu tiga dekade dan dia menjadi perintis dalam bidang pengembangan robot serangga. Demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Rabu (15/7/2009).

“Serangga memiliki sekira 100.000 jumlah sel syaraf di dalam otaknya yang hanya berukuran lebar dua milimeter. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan manusia, namun ukuran tidak menentukan segalanya,” kata Kanzaki.

Otak serangga yang sangat kecil memiliki kemampuan untuk mengontrol aktivitas terbang dan berakrobat di udara yang sangat kompleks. Dengan kemampuan itu mereka bisa menangkap serangga lain sambil terbang. Hal itu membuktikan mereka adalah makhluk dengan peranti lunak canggih di dalam otak mereka.

Para pengembang robot kemudian meniru cara kerja otak serangga untuk diaplikasikan ke otak robot. Mereka juga mengamati syaraf yang paling dominan merespon rangsangan untuk kemudian membuatnya bisa dilihat menggunakan gambar tiga dimensi yang bercahaya.

Kanzaki juga mengungkapkan keinginanannnya untuk untuk membuat robot tersebut agar bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan cuaca.

“Sangat menarik jika kita berhasil membuat sebuah robot yang memiliki kemampuan yang sangat mirip dengan makhluk hidup sungguhan. Mereka bisa mengenali bau, merangkak, dan bekerja seperti manusia. Saya tengah mempersiapkan robot dengan kemampuan luar biasa,” tandasnya.
(srn)

Did you like this? Share it:

Movie Final Fantasy

February 4th, 2010 by syaravemstr

Final Fantasy VII: Advent Children

Final Fantasy VII: Advent Children CropFinal Fantasy VII: Advent Children Crop

Final Fantasy VII adalah salah satu Final Fantasy yang paling revolusioner di dalam dunia game. Selain adalah salah satu game yang terlaris di dunia, banyak gamer memuji game ini sebagai game RPG terbaik bagi console Playstation. Bahkan buat saya pribadi, Final Fantasy yang menceritakan mengenai perjalanan Cloud dan kawan-kawannya ini adalah Final Fantasy terbaik. Setelah beberapa tahun Final Fantasy ini memiliki ending yang mengambang, Square-Enix memutuskan untuk melanjutkan ceritanya dan menciptakan sebuah cerita mengenai apa yang terjadi setelah pertempuran dengan Sephiroth berakhir. Maka diciptakanlah Advent Children, sebuah kisah yang melanjutkan Final Fantasy VII, dua tahun seusai ending dari gamenya.

Dunia bukan lagi sebuah tempat yang damai. Memang ancaman terbesar semenjak Sephiroth tewas telah lenyap. Tetapi itu bukan berarti mereka yang memiliki bibit Jenova telah hilang. Beberapa dari mereka, seperti Kadaj memiliki sebuah ambisi untuk membangkitkan kembali Jenova dan Sephiroth. Permasalahan itu bukanlah satu-satunya yang dihadapi oleh dunia saat ini. Tanpa adanya Shin-Ra dalam kuasa, terjadi kekosongan dalam puncak kuasa dunia yang menjadikan segalanya makin kacau balau. Seakan memperparah keadaan, muncullah penyakit aneh yang menjalar pada orang-orang tertentu. Penyakit ini dinamakan: Geostigma Syndrome. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan obat apapun yang dikenal, dan orang seperti Cloud pun terkena. Bagaimana nasib Cloud dan kawan-kawannya ? Tifa memang masih menjalani rutinitas biasanya sebagai pelayan bar, sedangkan Cloud sendiri melanjutkan misinya sebagai seorang prajurit bayaran. Cerita dibuka ketika ia mendapatkan tawaran prajurit bayaran sebagai…

Usai menyaksikan Advent Children saya hanya bisa mengatakan kalau saya puas. Walaupun saya harus menunggu bertahun-tahun untuk menantikan kelanjutan dari cerita Final Fantasy VII, saya sama sekali tidak kecewa dengan bagaimana Square – Enix mengeksekusi kelanjutan cerita ini. Cerita dalam Advent Children memang tidak bisa sedalam dan serumit pendahulunya, tetapi apa bisa disalahkan? Ingat, kalau Final Fantasy VII dibangun dalam cerita sepanjang 30 – 40 jam, membiarkan kita memiliki interaksi dengan para karakternya, Advent Children hanya memiliki 90 – 100 menit untuk menjabarkan keseluruhan cerita yang ada, dan Square memang tidak membuang waktu banyak untuk menjelaskan semua cerita latar belakang yang ada. Intro memang ada, tetapi lebih bersifat refreshing ketimbang penceritaan ulang. Setiap karakter dalam Final Fantasy VII kembali dimunculkan ulang dalam kisah ini, walau sayang, kebanyakan karakter playable, selain Tifa, Cloud, dan Vincent hanya bersikap sebagai pelengkap cerita dan aksi.

Hal kedua yang ingin saya sorot adalah musik dan grafisnya. Kedua unsur audio visual ini memiliki kualitas yang mencengangkan. Musik digubah oleh Nobuo Uematsu kebanyakan berasal dari musik original Final Fantasy VII yang diarrange ulang. Luar biasanya, ada sebuah lagu yang diselipkan secara parodi yang akan membuat anda tertawa terbahak-bahak atau setidaknya tersenyum. Kemudian rendering pada grafiknya menggunakan sebuah teknologi yang menghasilkan ketajaman gambar yang akan membuat The Incredibles maupun Shrek 2 menciut malu. Segalanya dirender dan digarap dengan begitu tajam dan begitu brilian mulai dari environment sampai pada karakternya. Bagi mereka yang telah memainkan gamenya akan diajak bernostalgia dengan melihat setting daerah Midgar yang dirender ulang, atau menyaksikan karakter kesayangan mereka seperti Tifa dan Cloud dengan tampilan animasi masa kini (Bandingkan dengan pendahulunya).

Terakhir, adalah adegan aksi yang disuguhkan. Saya tidak bisa berkata banyak untuk hal ini. Yang jelas adegan aksi demi aksi yang terus disuguhkan akan membuat setiap orang baik penggemar Final Fantasy maupun tidak terpesona. Limit Break demi Limit Break diwujudkan dalam dunia nyata. Kemudian summon terdahsyat yakni Bahamut diperlihatkan dengan jelas mengamuk di tengah-tengah kota. Benar-benar indah dan memuaskan harapan setiap penggemar game. Highlight dalam adegan aksinya bisa disaksikan dalam duel Tifa dan mengamuknya Bahamut. Sederhananya, Advent Children memberikan setiap koreografi pertempuran dengan megah yang akan membuat The Matrix malu.

Terakhir, sedikit kelemahan dalam Advent Children adalah mereka yang tidak mengerti game sebelumnya kemungkinan besar takkan mengerti cerita dalam film ini. Siapa misalnya pria badan besar yang mendadak bisa menembaki naga begitu saja? Aneh bukan? Tetapi, buat mereka penggemar Final Fantasy VII, burulah film ini begitu keluar. Film ini adalah adaptasi dari video game terbaik yang pernah saya lihat. Great job Square – Enix, and thank you for giving us new memories.

Score: 8.0

Movie Details
Director: Tetsuya Nomura
Cast: Cloud Strife, Kadaj, Tifa Lockheart
Running Time: 101 Minutes

Did you like this? Share it:

Hello world!

February 2nd, 2010 by syaravemstr

Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Did you like this? Share it: